Penyakit Lepra

Penyakit Lepra Bisa Sebabkan Kerusakan Permanen Pada Saraf

Penyakit Lepra Di kenal Juga Sebagai Penyakit Hansen, Adalah Penyakit Infeksi Kronis Yang Di Sebabkan Oleh Bakteri Mycobacterium Leprae. Lepra terutama menyerang kulit, saraf tepi, saluran pernapasan atas, dan mata. Lepra berkembang perlahan, dan gejala umumnya muncul beberapa tahun setelah infeksi awal. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf, kulit, dan jaringan jika tidak segera di tangani. Karena menyerang saraf tepi, lepra dapat menyebabkan mati rasa pada bagian tubuh yang terinfeksi, sehingga luka atau cedera seringkali tidak di sadari oleh penderita.

Gejala Penyakit Lepra bervariasi tergantung pada jenisnya, tetapi tanda umum meliputi bercak-bercak pada kulit yang terasa mati rasa, luka yang tidak sembuh-sembuh, atau adanya benjolan di kulit. Selain itu, lepra dapat mengakibatkan kerusakan pada tangan, kaki, wajah, dan mata jika terus berkembang tanpa pengobatan. Dalam beberapa kasus, lepra juga menyebabkan perubahan bentuk pada wajah atau anggota tubuh lainnya. Salah satu ciri khas Penyakit Lepra adalah kerusakan saraf yang mengakibatkan mati rasa di bagian tubuh tertentu. Sehingga penderita kehilangan kemampuan merasakan nyeri.

Penularan Penyakit Lepra Masih Menjadi Topik Penelitian

Penularan Lepra Masih Menjadi Topik Penelitian, namun umumnya diyakini bahwa lepra menular melalui droplet yang di keluarkan saat batuk atau bersin oleh penderita. Namun, lepra sebenarnya sulit menular, dan kebanyakan orang yang terpapar bakteri M. leprae tidak akan mengembangkan penyakit karena daya tahan tubuh yang kuat. Kelompok yang berisiko lebih tinggi adalah mereka yang kontak erat dengan penderita lepra tanpa pengobatan dan yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Pengobatan Penyakit Lepra sangat penting untuk mencegah komplikasi dan penularan lebih lanjut. Pengobatan yang umum di gunakan adalah terapi kombinasi antibiotik yang di berikan dalam jangka waktu yang lama. Bisa mencapai enam bulan hingga dua tahun tergantung pada tingkat keparahannya. Meski dapat sembuh dengan pengobatan yang tepat, stigma terhadap lepra masih tinggi di beberapa masyarakat, menyebabkan diskriminasi terhadap penderita.

Gejala Umum Yang Biasanya Muncul Pada Penderita Lepra

Gejala lepra bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakitnya, tetapi berikut adalah beberapa Gejala Umum Yang Biasanya Muncul Pada Penderita Lepra:

Bercak Kulit: Salah satu gejala awal lepra adalah munculnya bercak pucat atau kemerahan pada kulit yang terasa mati rasa. Bercak ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal, sehingga sering di abaikan. Bercak-bercak ini cenderung tidak sensitif terhadap sentuhan, panas, atau nyeri.

Mati Rasa atau Kehilangan Sensasi: Lepra dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tepi yang mengakibatkan mati rasa pada bagian tubuh yang terkena. Penderita seringkali tidak dapat merasakan luka, panas, atau dingin pada area yang terinfeksi, yang bisa menyebabkan luka lebih lanjut akibat tidak di sadari.

Kelemahan Otot dan Penurunan Mobilitas: Seiring dengan kerusakan saraf, otot di sekitar area yang terinfeksi mungkin melemah. Menyebabkan gangguan pada mobilitas tangan, kaki, atau anggota tubuh lain. Misalnya, jari-jari tangan atau kaki mungkin menjadi bengkok atau tidak dapat di gerakkan dengan baik.

Kerusakan Saraf yang Tampak

Saraf di dekat permukaan kulit, seperti di siku atau lutut, bisa menjadi menebal dan teraba kasar. Ini merupakan tanda bahwa saraf sedang mengalami kerusakan yang lebih parah, terutama pada kasus lepra yang tidak segera di tangani.

Luka atau Borok yang Tidak Sembuh-sembuh: Pada tahap lanjut, lepra dapat menyebabkan borok atau luka kronis pada kulit yang sulit sembuh. Karena area tersebut kurang sensitif dan seringkali tidak di sadari. Borok ini dapat berisiko infeksi lebih lanjut.

Kerusakan pada Mata dan Wajah: Jika infeksi menyebar ke saraf wajah, lepra dapat mempengaruhi otot-otot mata. Menyebabkan kelopak mata tidak bisa menutup sepenuhnya. Hal ini meningkatkan risiko iritasi dan kebutaan.

Gejala lepra bisa berkembang lambat, dan terkadang butuh waktu bertahun-tahun untuk muncul sepenuhnya. Diagnosis dini sangat penting agar pengobatan dapat segera di mulai dan komplikasi lebih lanjut dapat di cegah.